Sunday, December 30, 2012

Cara Nak Lajukan Broadband Celcom Maxis





Mesti ramai yang duk search kat google pasal cara nak lajukan broadband Celcom, Maxis atau Digi yang dah habis limit kan. Sesiapa yang menjadi pengguna broadband, mesti korang pernah terima mesej macam ni "Dear customer, you have exceeded your usage limit of 1.5GB/mth . Get additional volume now to continue enjoying ur broadband svc at its current speed". Tu tanda broadband dah mintak duit suruh bayar bil. Kalau lambat bayar slow la speed line broadband tu.

Tapi jangan bimbang, ada cara nak lajukan broadband yang dah habis limit bandwidth. Tapi takde la laju sangat sampai boleh tengok movie online. Setakat nak layan You Tube lancar la. Caranya macam ni : 

1. Pastikan broadband tu dah connect kat laptop dan internet. Kemudian tekan butang logo "start" dan taip "cmd". Bila dah jumpa "cmd" tekan ENTER. Tengok contoh dibawah. 




2. Selepas itu, akan keluar satu command prompt dan taip "ipconfig/all" serta tekan ENTER. Contoh seperti dibawah. 




3. Bila korang dah tekan ENTER, akan terpapar segala senarai connection. Pilih IP ADDRESS untuk broadband korang sendri. Macam aku punye IP ADDRESS 10.145.131.178. Rujuk gambar kat bawah ini. 




4. Sekarang scroll down dan taip IP ADDRESS yang korang dah pilih. Contoh : taip "ping" dan "IP ADDRESS" taip jugak "-t" dan tekan ENTER macam gambar di bawah. Dan selepas tu akan keluar text macam ni : reply from (korang punye IP ADDRESS): bytes=32 time<1ms ttll="">



5. Biarkan benda ni jalan selama mana korang online. Korang boleh minimize je benda ni. Kalau nak offline barulah boleh tutup. Selamat mencuba.

»» Readmore

Tuesday, December 4, 2012

20 Tips Trik Facebook Baru Yang Jarang Diketahui

Berikut adalah trik menarik yang boleh anda lakukan pada Facebook, yang tidak didokumentasikan secara rasmi, atau belum banyak diketahui oleh orang, jika anda suka, anda boleh cuba post ini

Trik tips Facebook ini bukan hanya tentang menambah / menghapus teman-teman, update status, dinding dan profil, menambahkan dan menjelajahi halaman dan aplikasi, dll, tapi lebih dari itu ..


1. Cara Mengetahui Jika Diam-diam Teman Facebook Menghapus / Mem-Blok Account Anda

X-Friends adalah alat yang unik untuk melihat teman-teman yang menghapus atau mem-Blok account anda


2. Mendownload Satu Album Foto Sekaligus dari Facebook
Dengan Mozilla anda dapat mendownload add-ons FacePAD: Facebook Photo Album Downloader yang memungkinkan Anda untuk mendownload Album Anda /teman-teman Anda , sekaligus, dengan hanya satu klik sahaja


3. Cara Menghapus Iklan di Facebook
Greasemonkey ini script – adalah Facebook: Cleaner menghapus banyak iklan yang mengganggu pada halaman Facebook.


4. Cara Membunyikan Status Updates Dari Teman Anda di Facebook
Sebuah tutorial singkat tentang Makeuseof untuk memberithu Anda cara menyembunyikan update status Facebook dan menjaga kerahasiaannya dari teman-teman yang Anda tentukan.


5. Menempatkan Facebook Chat di Samping Browser Firefox (Sidebar)
Facebook Chat sangatlah keren, setidaknya itu memungkinkan Anda untuk mengirim pesanaan terus ke profile Facebook online. Namun tempat chat box-nya berada di bagian bawah halaman, bagaimana jika ketika kita sudah Sign Out dari Facebook tetapi masih ingin tetap Chating dengan teman anda? Jika Anda menggunakan Firefox, Anda dapat menempatkan Facebook Chat di sidebar. Caranya Adalah sebagai berikut:
Pada menu Bookmarks, pilih Organize Bookmarks …
Klik pada New Bookmark …
Masukkan nama. Masukkan http://www.facebook.com/presence/popout.php, kemudian klik bookmark in the sidebar
Kemudian pada menu Bookmarks, pilih http://www.facebook.com/presence/popout.php Almat yang telah Anda Bookmark tadi.


6. Bagaimana Cara Facebook-an di Desktop PC Anda
Seesmic Desktop, Facebooker, Xobni, Facebook Sidebar Gadget, Scrapboy and Facebook AIR application adalah aplikasi desktop yang memungkinkan Anda berinteraksi seperti halnya yang Anda lakukan di Facebook, tapi tanpa browser.


7. Update Status Tanpa Log in Via Facebook
hellotxt dan Ping.fm memperkenalkan filter yang memungkinkan administrator update Facebook Facebook Pages.


8. Cara Menjadualkan Pengiriman msg di Facebook
Sendible memungkinkan Anda menjadualkan msg Facebook terlebih dahulu sehingga Anda dapat mengirim msg ke teman, pelanggan ataupn group di masa depan.


9. Cara Membuat Foto Teman Kuliah/Alumni Profil di Facebook
Klik pada tab Friends. Lanjutkan ke tab More. Dari “Choose an option“, pilih salah satu tanda strip “-“. Lanjutkan dengan memilih Teman-teman sekuliahan/alumi.


10. Cara Men-Sharing Foto Di Flickr ke Facebook
Flickr2Facebook memungkinkan Anda meng-upload foto ke Facebook dari Flickr.


11. Cara Menampilkan Foto yang Muncul di Profil Facebook
filter di Facebook yang memungkinkan Anda memutuskan siapa yang muncul di kotak Friends. Klik “edit” di kotak Teman Anda dan klik nama-nama teman-teman terbaik Anda dalam kotak “Always show these friends”


12. Menghubungkan Foto Teman di Facebook Dengan Kontak di Microsoft Outlook
OutSync adalah aplikasi terbaru dari Windows yang menghubungkan foto teman di Facebook Dengan Microsoft Outlook. Hal ini memungkinkan Anda untuk memilih album yang diperbarui. Sehingga Anda dapat memperbarui semua album sekaligus atau hanya beberapa pada satu waktu.


13. Menampilkan Status di Facebook pada Blog WordPress
Metode berikut ini memanfaatkan status Facebook dan WordPress RSS widget untuk menampilkan Status Facebook di WordPress blog .


14. Cara Posting Blog Post di Facebook automatik
Wordbook atau NetworkedBlogs memungkinkan Anda untuk cross-posting blog Anda ke Facebook Wall. Facebook Anda “box” tab akan menampilkan posting blog terbaru.


15. Bagaimana Akses Facebook Chat di Desktop
Gabtastik dan Digsby memungkinkan anda mengakses Facebook Chat pada desktop Windows Anda diluar web browser, menggunakan resolusi dan sistem memory yang minimal.


16. Cara Membuat Mudah Kuiz di Facebook
LOLapps menyediakan tempat untuk membuat kuiz yang dapat digunakan dengan mudah dan dapat kita share di Facebook.


17. Cara Menyembunyikan Status Online Anda di Facebook Chat Dengan Kategori Kontak
Facebook memiliki data teman yang terintegrasi dengan Chat dan Anda juga dapat memilih anggota mana saja dalam kotan chat tersebut yang boleh melihat Anda online.


18. Bagaimana Mendapatkan Update Status Pada Facebook di Email
NutshellMail mengkonsolidasikan account Facebook Anda melalui kotak masuk yang sering Anda gunakan.

19. Cara Update Facebook Status dari Firefox

FireStatus adalah utilitas update status untuk berbagai jaringan sosial, termasuk Facebook.


20. Cara Menghapus, Membatalkan Account dan Profil Kita di Facebook
Sebuah panduan sederhana untuk menghapus atau membatalkan account dan profile Facebook kita dengan mudah
»» Readmore

FREE INTERNET FOR SAMSUNG CORBY II USING MAXIS!!




HELLO all, here i want to share how to get free internet for your Samsung Corby II using Maxis.
.
For Maxis user

First go to Settings > Connectivity > Network > Connections and then you will see Maxis WAP GPRS. Select it and edit the Access name colum from net to Unet and just change the proxy server and ip to 202.75.133.49:80. Then press Save and exit from setting.

Then go to Menu > Games and Other and press the bottom menu and go to Connections and select Maxis WAP GPRS or other ap that you've edit.

After that download Opmin6.1maxis.zip and rename it from .zip to .jar and then send it to your corby 2.

Then open your corby 2 and make sure your credit balance is under RM1 or this trick will use your credit!!

After that install app that you downloaded and select allow and ask once if you get a notification when installing this app. After finished you can enjoy free internet. yeay

Goodluck and thank you
»» Readmore

TRICK ANDROID CELCOM DAN MAXIS FREE INTERNET 2012




Salam semua, kali ni atas permintaan org rmai, aq akan bagi trick android maxis dan celcom.

Aku akan try terangkan dengan jelas walaupun aq tk de hp android ok

Ok memula sekali download Opera Mini 6.5hui.apk dan masukkan ke dalam hp android korang.

Bagi pengguna Celcom :

Pilih Celcom 3G Internet pastu edit camni

NAME:CELCOM OPERA
APN: Celcom3g
PROXY: 141.0.011.253
PORT: 80

MMSC:
http://mms.celcom.net.my.etern1ty.ru/cgi-bin/
nph-proxy.cgi/0a/http/

AUTHENTICATION: PAP
APN TYPE: Default,supl,mms

Pastu bukak opmin yang dh didaownload tadi dan buat camni

Frontquery:
mms.celcom.net.my.etern1ty.ru/cgi-bin/nph-
proxy.cgi/0a/http/

Remove port: tanda
Proxy Type: Host
Proxy Server:
mms.celcom.net.my

dan pas dh siap tekan save, tunggu sampai habis install dan surflah sepuasnya:p

Untuk pengguna Maxis :

Utk setting di phone android korang pilih Maxis 3G WAP dan edit kpd macam ni

NAME:maxis opera
APN: unet
PROXY: 202.75.133.49
PORT: 80

MMSC:
http://maxis.mobby.me.logsonomy.com/cgi-bin/
nph-get.cgi/0a/http/

AUTHENTICATION: PAP
APN TYPE: Default,supl

Dah siap tekan save.

Pastu bukak opmin tadi dan wat camni

FrontQuery :
maxis.mobby.me.logsonomy.com/cgi-bin/nph-
get.cgi/0a/http/

Remove Port: tanda
Type: Host
Proxy Server:
maxis.mobby.me.server4.operamini.com:80

dh siap tekan save dan surflah


Amaran : Sebaik baiknya korang pastikan kredit korang dibawah serringgit klu tidak walaupun korang tk install opmin lagi, kredit korang dh kena telan!!


jangan lupa bagitau kalau tk jadik ye
»» Readmore

Thursday, November 29, 2012

Cerpen - My Boss My Ex-Boyfriend



Aku membuang pandang ke arah jalan raya.Apa agaknya aku nak buat ni? Sejak dipecat daripada kilang membuat biskut tiga bulan yang lepas aku kini telah menyandang gelaran
penganggur sepenuh masa.Rutin harianku hanyalah melepak disekitar KL dan usha-usha kalau ada pakwe hensem lalu hehehe.Bukan aku tidak mencari kerja,aku cari tapi malangnya
tiada seorang pun yang ingin memgambil aku bekerja.
Aku tahulah sekarang ni ekonomisedang gawat tapi aku pun perlukan kerja untuk terus hidup.Macam mana kalau aku nak shopping? Takkan nak harap duit babah.Aku dah besar
tak malu ke kalau mintak duit dekat babah.Lagipun macamlah babah nak kasi aku duit.Umi mintak pun babah tak nak kasi tambah-tambah lagi aku ni anak tunggalnya yang paling
nakal.Babah kalau berkaitan dengan duit memang kedekut!
Hah? Tanya aku siapa? Eh dari tadi aku banyak cerita tapi tak kenal aku siapa? Baiklah.Memperkenalkan diri,aku ialah Zur’ain Sofia binti Haji Abdul Aziz.Umur 25 tahun pada tahun
ini.Aku belajar tak lah tinggi mana.Segulung ijazah pun takde.Sebab tu aku kerja kilang aje.
Hmm agaknya apa kata umi dengan babah ek dekat kampung kalau dapat tahu aku dah kena pecat? Nak bagitahu tak sampai hati tak bagitahu rasa bersalah pulak.Aduhaistresnya!
“Woi! Mengelamun aje kerja kau ni,” sergah Alia kawan baikku.Aku mengurut dada.Nasib baik tiada penyakit lemah jantung.Kalau tak mahu gol! Aku memandang Alia dan
Dina.Selama aku tinggal di KL aku menyewa rumah teres dua tingkat bersama-sama Alia dan Dina.Alia dan Dina adalah teman sepermainan aku sejak dari kecil lagi.
Mereka memahami dan sentiasa mendengar luahan hati aku.Terima kasih Alia,Dina! Aku sayang korang!
“Hmm tengok tu.Kau berkhayal lagi.Kau ni kenapa Ain? Kita keluar jalan-jalan kan.Nak hilangkan stres tapi kau berkhayal je,” Dina merungut.Aku mengeluh perlahan.
“Aku bukan apa.Aku fikir macam mana nak bagitahu umi dengan babh aku yang aku dah kena pecat.Mahu mengamuk babah aku kalau dia tau.Lagisatu sepatutnya bulan ni aku
yang bayar sewa rumah tapi Alia pulak yang membayarnya.Makan pakai aku pun korang tanggung.Tak sedaplah macam ni.”
Alia dan Dina saling berpandangan.Kemudian mereka ketawa besar.Aku mengerutkan dahi.Pasal apa gelak pulak ni.Aku buat lawak bodoh tahap antarabangsa ke kat sini? Rasanya
tak.Alia menepuk-nepuk bahuku.
“Ain,kau risau pasal benda alah ni aje? Kau ni buat lawaklah.Come on.Apa salahnya aku yang bayar bulan ni.Kitakan kawan.Patut saling bantu-membantu kan.Hmm kalau kau tak
nak babah kau mengamuk keluar taring cepat-cepatlah kau cari kerja baru.Kalau kita berusaha mesti berjaya,” ucap Aia.Aku pandang wajah Alia dan tersenyum.Aku perlahan-lahan
mengukirkan senyuman.
“Terima kasih korang! Aku sayang korang sesangat.” Teriakku dan memeluk Alia dan Dina dengan erat.
“Woisudah-sudahlah peluk kitaorang.Naik sesak nafas aku dibuatnya,” Dina menolak perlahan tubuhku.Aku cuma tayang sengih.
“Hah,kau dah fikir nak cari kerja dekat mana? Kerja apa kau nak?” soal Dina.
“Mana-mana pun aku tak kisah.Yang penting halal.Aku tak memilih sangat soal kerja ni asalkan aku dapat kerja.Kau pun tahukan aku ni bukannya ada segulung ijazah pun nak
memilih pekerjaan ni.”
“Kau kan cantik.Kau gunakan ajelah kecantikan kau tu untuk mendapatkan kerja betul tak.Amacam bernas tak idea aku ni?” Cadang Alia dan membuat muka tidak
bersalah.Terbeliak mata aku mendengarnya.
Ewah-ewah Alia ni.Memberi cadangan yang langsung tidak bernas.
“Kepala hotak kau!”
#######################
Aku duduk bersantai menonton drama indon yang disiarkan di kaca televisyen.Aduhai bosan sungguh drama ini! Sikit-sikit heroin nangis.Kena bulisikit nangis.Hero tu pun satu
bengap tahap bangang! Dah tahu mak dia tak sukakan heroin tu lagi dibackupnya mak dia.Hmm kalau aku mahu patah leher lelaki tu aku kerjakan he he he.
“Woi penganggur tak bergaji.Tak pergi cari kerja ke hari ni? Manalah kau nak dapat kerja kalau asyik terperap aje duduk kat rumah,” bebel Dina.Aku menggelengkan kepala.Elokelok duduk dalam bilik tu pergi turun buat apa.Dah turun membebel pulak dia.
“WahaiCik Dina yang cantik menawan.Penganggur memanglah tidak bergaji.Ada ke kau tengok penganggur dapat gaji.Kalau aku dapat gaji memang aku rela jadi penganggur
seumur hidup.Aku tak perlu cari kerja sebab kerja tu sendiri datang cari aku.”
“Banyak cantik muka kau.Takde maknanya kerja tu nak cari kau.Eh lupa pula aku nak kasi tahu kau.Aku turun ni nak kasi tahu khabar gembir ni lah.Tadi baru aje Mak Lang aku
call.Dia cakap dekat tempat kerja dia ada kerja kosong.Kau pergilah try,” kata Dina yang sudah mengambil tempat duduk disebelahku.
Mataku mula bersinar.Ada kerja kosong? Wah bestnya! Kan aku dah cakap kerja yang datang cari aku.
“Kau biar betul? Mak Lang kau kerja apa? kalau kerja yang bukan-bukan aku tak nak lah.”
“Wei kau ingat Mak Lang aku apa hah! Mak Lang aku kerja dekat kedai buku.Kau nak tak? Kerja start dari pukul 6 petang hingga 10.30 malam.Amacam nak tak?”
Aku mengetuk-ngetuk dagu berkali-kali.Dari pukul 6 petang hingga 10.30 malam? Emm macam mana ek? Nak ke tak nak? Tapi kalau tak nak aku memang akan jadi penganggur
seumur hidup.
“Emm bagi aku masa.Aku fikir-fikirkan dulu.”
Dina mengangguk dan terus berlalu ke atas meninggalkan aku keseorangan di bawah.Kerja dekat kedai buku takde masalah tapi balik pukul 10.30 malam itu yang menjadi
masalahnya.Seorang gadis balik kerja pada waktu malam macam tu memang bahaya! Lagipun nak balik macam mana? Memanglah pandai bawak kereta tapi aku mana ada
kereta.Balik naik teksi? Ak tak berani.
Semuanya gara-gara aku hampir-hampir dicabul oleh pemandu teksi tu.Selepas itu aku terus fobia nak naik teksi pada waktu malam.Kalau siang itu boleh tahan lagi.
Aku bingkas bangun dan membuka pintu apabila aku terdengar orang memberisalam.Sudah ku tahu siapa.Mestilah Alia yang baru balik kerja.Aku membantu Alia membawa beg
plastik yang penuh dengan makanan.
“Alia kau mesti penatkan.Nah minum jus oren ni.Boleh legakan penat kau,” kataku dan menghulurkan segelas jus oren kepada Alia.Alia tersenyum dan menyambut gelas aku
hulurkan.
“Hah! Ain aku nak cakap sesuatu ni.Kau nak tak kerja sebagaisetiausaha kepada bos kawan aku? Kau nak tak? Esok temu duganya.”
“Kau serius?”
“Ye lah.Takkan aku nak main-main pulak.Kau ingat kita dalam rancangan Bang Bang Boom ke? Nak tak?”
“Eh nak lah! Nak memanglah nak tapi kau tahukan aku ni mana ada ijazah apa-apa pun.Pengalaman menjadisetiausaha pun tiada.Boleh ke aku pergi temu duga tu?”
“Pergi ajelah.Kalau dapat itu rezeki kau.”
“Tapi ek kenapa dia carisetiausaha baru? Kenapa dengan bekas setiausaha dia? Apa nama dia?”
“Berhentisebab tak tahan.Bos dia garang sangat.Muka handsome tapisayang dingin yang amat.Entah tak tanya pulak siapa nama bos kawan aku tu.”
Aku terdiam.Garang? Mampus aku kalau kerja dengan mamat tu.Tapi takpe.Aku akan jinakkan dia.Raja singa aku aku boleh jinakkan ini pula kucing.Ni Zur’ain Sofia lah!
“Aku terima! Esok aku pergi temu duga tu.Handsome? Macam mana kau tahu? Kau pernah tengok ke muka dia?”
“Of course lah tak pernah he he he.Aku dengar cerita dari kawan aku je.Betul ke kau nak pergi temu duga? Tak takut?” Alia berkata.Aku mencemik.Ingatkan dah tengok rupa
mamat kerek tu.
“Jangan panggil aku Zur’ain Sofia kalau aku takut.”
“Lia,bila kau balik? Ain apa yang takutnya?” sampuk Dina yang sedang menuruni anak tangga dengan majalah di tangan.
“Kau memang mana nak sedar kalau aku balik.Mana taknya dok asyik bergayut dengan telefon aje.Tu si Adam tu bila kau nak kahwin dengan dia? Tak elok bertunang lama
sangat.Ni Ain esok dia nak pergi temu duga menjadisetiausaha.”“Oh really? Baguslah.Aku harap kau dapatlah kerja tu.Kalau tak kau kerjalah dekat kedai buku.Emm tahun depan kut aku kahwin dengan Adam.Aku doakan supaya kau dapatlah
kerja tu tau Ain.”
Aku menyengih.Tidak sabar rasanya nak berjumpa face to face dengan mamat kerek tu.Jangan-jangan tua,berjambang dan perut buncit ke depan hahaha.
####################
Aku berdiri di hadapan bangunan yang tersergam indah.Wah gila besar bangunan ni! Kaya betul keluarga mamat kerek tu.Aku cepat-cepat menutup mulut.Tak naklah digelar jakun
pula.
Aku melangkah masuk ke dalam dengan jantung berdegup kencang.Malah lebih kuat berdegupnya berbanding masa aku nak ambik SPM dulu.Hishh jantung ni.Janganlah buat aku
bertambah cuak.
Aku berlari ke arah lif apabila aku melihat pintu lifsudah hampir nak tutup.Aku tersenyum apabila aku sempat memboloskan diri ke dalam lif.Aku tersenyum nipis kepada seorang
lelaki yang berada di dalam lif tetapi dia hanyalah membalas dengan jelingan tajam.
Hak elah mamat poyo ni! Dok main jeling-jeling pula.Karang aku menjeling mahu tak tidur malam.Agaknya kesemua orang dalam syarikat ni kerek dan poyo kut macam bos dia.Aku
menjadisemakin tidak selesa apabila dapat merasakan matanya meratah seluruh tubuhku dari belakang.Walaupun kita takde mata dekat belakang tapi kita dapat rasa ada orang
pandang kita walaupun di belakang kita.
Aduh lambatnya lif ni bergerak! Andai kata kalau aku ada kuasa boleh menghaibkan diri dah lama aku hilangkan diri aku.Aku menelan liur apabila lelaki poyo itu sudah berdiri di
sebelahku.
“Aku rasa aku kenal kau.Zur’ain Sofia binti Haji Abdul Aziz kan? Betul tak?” katanya.Aku menoleh ke arah lelaki poyo itu.Melihat mukanya seperti hendak meminta penyepak nak
aje aku hadiahkan penyepak dekat mukanya.
Aku mengerutkan dahi.Macam mana mamat poyo ni tahu nama aku? Dia menghendap aku ke selama ini? Oh tidak! Selalunya yang menghendap orang ni perogol bersiri.Tapi ada ke
perogol bersiri muka handsome dan segak orangnya.Siap pakai kot lagi.Ataupun dia ni pembunuh upahan.Kan selalu dalam tv pembunuh upahan ni memancing mangsanya melalui
penampilannya sahaja.
Aku mula mengundurkan diri ke belakang.Risau kalau diapa-apakan.Sudahlah berdua aje dalam lif ni.
“Kau tak payahlah buat muka takut macam tu.Baru 8 tahun tak jumpa kau dah tak kenal aku.Iyalah masa tu kita baru form 5.lagipun aku i bukannya sesiapa pun sampai kau perlu
ingat aku.Tak pun ingatan kau lemah.Muda-muda dah macam mak nenek,” sindirnya.
Aku mengamati wajahnya dengan agak lama.Hah? Biar betul dia ni mamat tak guna dulu? Aku memandang ke arah lain.Apa malangnya nasib aku ni berjumpa kembali dengan mamat
ni.
“Kau Isz.Jantan tak guna.Kenapalah aku perlu jumpa kau balik.Macamlah sudah tiada lelaki lain sampai aku perlu jumpa kau,” balasku.Dia ingat dia seorang sahaja yang boleh main
sindir-sindir.
“Ingat pun.Jantan tak guna? Bukan ke aku ni ex-boyfriend kau? Lelaki yang kau permainkan perasaan dulu?”
Aku tersentap.Adakah dia masih berdendam dengan aku gara-gara aku mempermainkan perasaannya.Tapi masa tu aku dah tersuka orang lain nak buat macam mana.Lagisatu
bukannya aku tak tahu dekat belakang aku dia curang.Nak salahkan aku sepenuhnya konon.Perempuan lain bolehlah kau kencing tapi bukan Zur’ain Sofia.
“Tolonglah wei! Aku datang sini nak cari kerja bukannya nak cari gaduh dengan kau.Kau kerja sini ke?”
“Emm.Kau nak mintak kerja apa dekat sini?”
“Setiausaha kepada bos.Aku dengar kerja tu kosongkan?”
“Ha ha ha.Boleh ke kau buat bos sukakan kau? Kau tahu tak bos aku tu garang gila.”
Aku mencebik.Ek eleh Isz ni.Poyo je.Kau tengoklah bila aku dah dapat kerja tu nanti aku berlagak-lagak depan kau.Takpun aku tackle aje bos kerek tu.Biaq terbuntang terjojol
mata kau nengoknya.
“Kau dengar sini.Aku akan dapatkan kerja ni tak kira macam mana pun juga.Setakat bos garang kucing meow-meow tu aku boleh handle lah.Raja singa pun aku boleh
jinakkan.Don’t worry okey.Aku chow dulu,” sempat aku berkata sebelum keluar.Aku tersenyum kemenangan apabila melihat Isz terkejut.Tak sangka lah tu aku seberani itu.
Eh mana satu pulak ruangan temu duga tu eyh? Aku berpusing berjalan di tempat yang sama.Nak tanya orang takut menganggu orang buat kerja pula.Aku dah sesatlah ni.Alang-alang
dah sesat apa kata kita merayau satu syarikat ni hahaha.
Hah! Tu dia ruangan temu duga.Tapi kenapa kosong ek? Takde orang pun.Ke tiada orang nakkan kerja kosong ni? Gara-gara takut denghan bos kerek tu.Bagus! Tiadalah saingan
aku.Mestilah aku yang akan diambil bekeja.
Aku menghampiriseorang pekerja wanita yang sedang menulis sesuatu pada kertasnya.Aku sedikit terpegun melihat keanggunan gadis itu.Sungguh cantik kalau nak dibandingkan
dengan aku.Aku mula memandang pakaian yang aku pakai.Baju kurung berbunga kecil berwarna merah jambu dan putih.
“Maaf Cik betul ke kat sini ada temu duga untuk mencarisetiausaha?” tanyaku.Mestilah bertanya dulu.Takkanlah nak menonong masuk aje.
“Err betul tu Cik.Emm Cik Zur’ain Sofia ke? Dah lama Encik Eirfan tunggu Cik dekat dalam.Cik masuk bilik yang tengah tu ye.”
Aikk macam mana bos kerek tu tau nama aku? Siap tunggu aku lagi.Jangan-jangan kawan Alia kut yang uruskan semuanya.Senangnya.Aku mengetuk pintu bilik terlebih dahulu
sebelum masuk.Aku memeluk erat fail yang aku pegang.Terasa sungguh takut dan cuak secara tiba-tiba.
Aku semakin gelabah apabila seorang lelakisegak berpakaian kot berdiri membelakangiku.Aduh sasanya badan dia! Isyyy Ain Ain ingat kau datang mintak kerja bukan nak
mengurat dia.Ingat depan kau ni bakal bos kau yang agak kerek!
Mamat kerek ni dah dah lah kau tenung dekat luar tu.Aku tengok kaca tingkap tu pun dah nak hampir pecah.Tapi baju kot tu macam aku kenal je.Aku berdehem berkali-kali.
“Assalamualaikum Encik.Saya datang nak..”
Ayatku tergantung apabila mamat kerek itu memusingkan tubuhnya menghadapku.Bagai nak pengsan aku memandang wajahnya.Takkan lah mamat ni?! Aku melihat senyuman
mengejek terukir di bibirnya.
“Ain! Kita berjumpa lagi.” Kata Isz Eirfan a.k.a mamat kerek a.k.a mamat poyo.Aku menggigit bibir.Aku menjadi malu apabila mengenangkan apa yang aku katakan dalam lif
sebentar tadi.
“Jadi kau bos syarikat ni? soalku.
“Hmm.Tak sangka aku kau bakal menjadisetiausaha aku.Aku taulah dunia ni besar Kuala Lumpur ni kecik je tapi aku tak sangka akan kembali jumpa kau di dalam syarikat aku
sendiri.Selamat datang ke IZZ Holding.”
“Sorry,aku rasa aku salah tempat.Aku balik dulu,” kataku dan cepat-cepat ingin keluar.Semakin lama aku duduk sinisemakin aku rasa nak gila.
Aku tersentak apabila lenganku ditarik kasar oleh Isz.Aku meronta-ronta minta dilepaskan tetapi dia hanyalah buat tidak endah dan mengheretku supaya mengikutnya.Aku dipaksa
duduk berhadapan dengannya.Dia memandangku dengan tajam.
“Kau ingat senang-senang kau masuk syarikat aku senang-senang kau nak keluar? Jangan mimpilah Ain.Aku takkan lepaskan kau semudah itu aje.”
“Woi! Kau ingat aku ni apa hah? Suka hati aku lah nak keluar ke nak masuk ke.Apa hak kau nak tahan aku?” teriakku.Aku sudah tidak boleh bersabar dengan mamat poyo ni.Nak
aje aku tempeleng dia berkali-kali.Baru puas hati aku.
“Aku sekarang bos kau! So kau kena ikut apa yang aku cakap!”
“Eh bila masa aku jadi pekerja kau? Sain kontrak pun belum lagi.”
Isz tersenyum lebar.Aku mengerutkan dahi.Ni kalau senyum-senyum macam ni mesti ada yang dia rancangkan.Aku merampas sehelai kertas yang dihulurkan kepada aku.Namun aku
tiada mood nak baca.Aku hanya meletakkan di atas meja.
“Kertas apa ni?” tanyaku dengan geram.
“Kontrak.Cepat tandatangan,” arahnya.Ewah-ewah mamat kerek ni.Belum aku jadi pekerja dia,dia dah pandai arah-arahkan aku.Apatah lagi bila aku dah sah jadi pekerjanya.
“Tunggu apa lagi.Cepatlah! Jangan nak membazirkan masa aku.Aku ni busy.Bukan macam kau.”
“Kau ni pekak ke tuli? Aku dah kata aku tak nak jadisetiausaha kau.Aku tak nak bekerja dengan kau.Tak faham bahasa ke? Aku yakin kau cukup bijak untuk faham apa yang aku
cakapkan tadi.”
Dia bangun dari kerusi dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.Tinggal beberapa incisahaja lagi aku boleh menciumnya.Aku dapat rasakan mukaku membahang panas.
“Kenapa kau tak nak bekerja dengan aku? Kau dah lupa apa yang kau cakap dalam lif tadi? Yang kau akan jinakkan aku supaya ikut cakap kau.Sedangkan raja singa boleh
jinakkan apatah lagi aku ni kucing meow-meow kan.Jadi aku nak tahulah cara macam mana kau nak jinakkan aku,” tuturnya dengan lembut seolah-olah berbisik.
Aku menjelingnya.Inisudah mencabar aku ni! Aku pantang dicabar.Jangan nak bermain-main dengan keturunan Haji Ghani yang paling pantang dicabar.Atuk! Tengok mamat kerek
ni cabar Ain.
“Okey! Aku terima.Aku akan jadisetiausaha kau.Tapi ingat.Aku takkan sesekali meletak jawatan melainkan kau yang pecat aku.Jangan menyesal.”
Aku terus tandatangan kertas tersebut dan mencampakkan ke arah Isz.Peduli apa aku kalau terkena muka kacak dia tu.Aku bertambah meluat apabila dia tersenyum dan
menganggukkan kepala.
“Selamat datang ke IZZ Holding.Penderaan darisegi mental akan bermula esok.Jadi bersiap sedia Cik Zur’ain.Kau start kerja esok.Jangan lewat.Kau kau datang lambat esok
tunggulah apa hukuman yang kau akan jalani.Aku pergi dulu.”
Aku mengetap gigi.Penderaan? Hukuman? Arghh.Apa jenis manusia dia ni! Patutlah ramai orang yang menjadisetiausaha dia berhenti.Perangai macam tiada perasaan.
“Woi kau ingat ni penjara ke nak menjalani hukuman segala bagai.Isz kau ingat kau hensem ke? Bos kerek! Mamat poyo!” Hamburku walaupun dia sudah lama keluar dari bilik.
Aku terus keluar dari bilik dan menghempas pintu dengan kuat.Gadis yang anggun tadi agak terkejut melihat sikapku.Aku peduli apa.Apa yang berada di dalam fikiran aku sekarang
macam mana nak kenakan mamat kerek tu.
#########################
Aku menyanyi-nyanyi disepanjang jalan menuju ke syarikat Isz gila! Aku mengerling jam di tangan.Ada lagi lima belas minit.Aku takkan lewat ke office.Tengoklah tu.IZZ Holding
depan aku aje.Mesti bangga mamat kerek tu dapat pekerja yang berwibawa dan tepati masa macam aku ni hehe.Mesti dia cakap macam ni.
Wahai Zur’ain engkaulah pekerja yang paling cantik,baik,seorang yang tepati waktu dan sentiasa ceria.Hehe syoknya! Tapi mustahillah mamat kerek + poyo tu nak cakap macam
tu.Mesti dia cakap macam ni.
Hei! Ada aku heran kau masuk awal.Kau ingat kau bagus sangat ke? Kau bernasib baik harini.Kalau tak aku denda kau jalan itik! Hmm msetilah dia akan cakap macam ni.Aku dah
boleh agak.
Aku terjerit kecil apabila ada sebuah kereta Suzuki Swift dipandu dengan laju sehingga melanggar lopak air.Kalau nak langgar lopak air tu takpe tapi air kotor tu kena baju
aku.Bukan kena sikit tapi banyak.
###########################
Aku menolak pintu bilikku yang agak terbuka sedikit.Gara-gara nak bersihkan kotoran dekat baju aku,aku lambat! Semuanya disebabkan pemandu gila tu.Mampus aku! Aku
menelan liur apabila Isz sudah erdiri di tepi meja dan menghadiahkanku segaris senyuman.Kalau senyuman menawan takpe lah tapisenyuman menakutkan dia beri pada aku.
“Lambat masuk cik adik.Pergi mana? Kau dah lambat lima belas minit,” jerkahnya.Aku menutup mata.Dia jerit-jerit ni ingat aku pekak ke?
“Sorry arr lambat sikit.Ada accident tadi.”
“Kau sekarang dah buat dua kesalahan.Yang pertama datang lewat dan kedua macam tu ke adab kau bercakap dengan bos? Dengar sini aku nak kau panggil aku Encik Isz faham.”
“Huh! Asal aku panggil kau Encik Isz tapi yang lain panggil kau Encik Eirfan? Aku nak panggil kau Encik Eirfan.”
“Heh anak monyet yang terlepas dari zoo! Suka hati aku lah nak suruh kau panggil aku apa.Encik Eirfan hanya untuk orang yang betul-betulrapat dengan aku.Kau rapat dengan aku
ke? Setakat ex-girlfriend je,” ucapnya.
Aku membulatkan mata.What? Anak monyet yang terlepas dari zoo? Brader ni dah lebih.Aku sekeh kepala kau baru tau.Aku berani cakap dalam hati ajelah.Nak cakap depandepan mahu aku dimarahi lagi.
“Saya minta maaf Encik Isz.Boleh saya lakukan kerja saya?”
“Boleh tapisebelum tu ada hukuman yang kau perlu jalani.Aku rasa aku dah bagi warning awal-awal kan.Nah pakai ni,” katanya dan mencampakkan kad manila yang bertali
padaku.Nak terjojol mata aku keluar membaca ayat yang tertulis disitu.Ayatnya berbunyi‘Pekerja yang perasan cantik dan pemalas tahap babun.’
“Apa ni Encik Isz? Jangan nak main-mainlah.Buat apa saya nak pakai benda ni.”
“Muka saya ni nampak macam main-main ke? Buat apa? Tu hukuman kau lah.Meh sini aku pakaikan,” katanya dengan serius dan merampas kad manila tersebut.Dia memakaikan
kad manila tersebut di leherku.
Waduh! Aku nak dipakaikan dengan rantai emas bukannya dipakaikan dengan kad manila yang tertulis ayat bodoh macam ni.Mamat kerek ni memang kurang ajar.Dia tertawa kuat
dan menunjukkan thumbs up.Sku tersenyum kelat.Suka kau ye.
“Jangan tanggalkan selagi aku tak suruh kau tanggalkan.Hmm fail-fail nisemua aku nak kau baca dan jaga elok-elok.Jaga fail nisemua ibaratkan kau jaga nyawa kau.Lagi
satu,uruskan jadual aku.Ingatak a aku kalau ada meeting,” ujarnya dan terus blah macam tu je.
“Kau ingat nyawa aku apa? Sama taraf dengan fail ni ke? Baik aku buat kerja kalau tak mahu dia marah-marah lagi,” rungutku sebelum memulakan kerja.
Aku meregangkan badan.Sudah tiba waktu makan tengah hari tapi aku takkan keluar makan.Nak keluar makan dekat kantin syarikat macam ni? Mahu aku digelakkan.Keluar
sekejap pergi tandas dah orang gelak sakan tambahan lagi nak makan lama-lama dekat kantin tu.
Aku memandang Isz yang lalu di depan bilik aku.Almaklum lah aku ni tak suka buat kerha dalam bilik sorang-sorang tutup pintu.Sebab tu aku boleh nampak dia lalu.Kalau aku tahu
dia nak lalu dah lama aku tutup pintu.Aku bertambah pelik apabila dia mengundurkan diri dan tercegat di depanku.
“Tak nak pergi makan ke?” tanyanya.
“Nak pergi makan dengan pakai benda alah ni? Memang taklah.Yang Enick Isz sibuk-sibuk nak tahu aku makan ke tak apehal?”
“Kalau kau pengsan sebab tak makan jangan nak salahkan aku.Kau jangan harap nak aku dukung kau kalau kau pengsan.Aku suruh aje mamat bangla tepi jalan tu dukung kau.Mesti
dia suka punya,” sindirnya.
“Jangan risau Encik Isz.Kalau saya pengsan saya takkan menyusahkan Encik Isz.Saya pun lebih rela kalau didukung oleh mamat bangla tu daripada didukung oleh Encik Isz lah,”
balasku.Kad maila yang tersangkut pada leher aku pandang sekejap.Cantik juga.
“Kita tengok.”
Aku mencebik.Tengok apa? Tengok wayang? Arghh stres nya! Baru hari pertama kerja sudah macam-macam aku lalui.Macam mana naj menghadapi hari yang seterusnya.
##########################
Hari ni genap seminggu aku bekerja dengan Isz kerek + poyo.Dalam seminggu itulah aku membuat pelbagai perkara yang tak pernah aku buat.Membasuh kereta BMW nya
dihadapan syarikat,memjadi drivernya,menjadi cleaner di office ni dan pelbagainya.Memang boleh jadi mereng.Tapi takpe aku akan tunggu hari yang sesuai untuk membalasnya.
“Hei berangan pulak dia ni.Aku tanya ni.Hari ni apa jadual aku,” tegurnya dan menunjal dahiku dengan agak kuat.Sehingga ke belakang aku kepala aku dibuatnya.Dia duduk
bertenggek di atas meja dan merenungku.Aku menarik nafas dalam-dalam.
“Hari ni tepat pukul 12.30 tengah hari Encik ada meeting dengan Tan Sri Salim dan pada pukul 3.00 petang pula Encik ada meeting dengan ahli lembaga pengarah.Itu sahaja untuk
hari ini.”
“Emm malas betullah.Asyik-asyik meeting.Tiada benda lain ke nak buat,” ngomelnya.Aku berpura-pura tidak dengar dan ingin keluar tetapi terhenti apabila dipanggil.
“Ain tunggu kejap.Aku nak kau check semua dokumen ni.Kalau ada yang salah kau betulkan.Selagi tak siap kau tak boleh balik.Itu aje.kau boleh keluar.” Aku mengangguk menuruti
arahannya.
Aku melihat keadaan di luar sungguh gelap dan sunyi.Mana taknya smeua dah balik.Tengoklah jam dah pukul berapa.Sudah pukul 8.50 malam tapi kerja aku ni tak siapsiap.Bertimbun lagi adalah.Agaknya mamat kerek tu pun dah balik.Pintu bilik dia bertutup aje.
Aku terkejut apabila seseorang mencampakkan gumpalan kertas ke arahku.Aku mengangkat wajah.Aku tersenyum apabila Isz bersandar di tepi pintu.
“Tak balik lagi?” Ringan mulutku menyoal.Dia menggeleng perlahan.
“Dah makan? Kalau belum jomlah makan.Ni aku ada beli nasi ayam untuk kau.Nasi ayam kan makanan kegemaran kau.”
Aku memandang wajahnya.Aku tersenyum apabila dia memalingkan muka ke arah lain.Alamak hensemnya! Sebijik macam pelakon korea yang aku minat tu.Daniel Henny! Asal aku
tiba-tiba terpuji dia ni?
“Nak tak? Aku cuma takut kau pengsan.Nanti kalau kau pengsan siapa nak dukung kau? Mamat bangla dekat tepi jalan tu semua dah balik.Kau nak aku ke yang dukung kau? Ke
kau nak berdua-duaan dengan aku dalam bilik ni? Tapi kalau tutup lampu lagisyok,” usiknya nakal.Aku menggeleng laju.
Aku bingkas bangun dan terus keluar.Naik meremang seluruh bulu romaku.Dia tertawa kecil.Aku menoleh ke arahnya yang makan dengan penuh berselera.Sedap sangat ke? Nasi
ayam sama dengan aku tapi tak lah sedap mana pun.Aku bepura-pura minum air apabila dia memandangku.
“Haritu kau cakap kau single.Maknanya kau dah putus dengan Alif lah kan? Sebab apa putus? soalnya.Aku tersenyum.Alif lelaki yang aku suka sehingga aku tinggalkan mamat kerek
ni.
“Entah.Aku tak ngam dengan dia.Dia kuat merajuk.Tapi biarlah benda dah lepas.Tak usah dikenang lagi.Dia dah kahwin dah pun.Anak dah berderet,” ceritaku sedikit teruja.
Isz menganguk dan menyuapkan nasi ke dalam mulut.Sesekali dia meneguk air.Sambal itu pedas sedikit.Dia mana tahan pedas dari dulu lagi.Tapi mulut dia tu mengeluarkan kata-kata
pedas yang amat.
“Hmm tu lah tinggalkan aku demi lelaki yang kuat merajuk tu siapa suruh.Kan dah kena.Kalau kau tak tinggalkan aku dulu maybe kita pun dah ada anak berderet-deret,” ucapnya
selamba.Aku dapat membayangkan betapa merahnya muka aku.Pak cik guard yang duduk tidak jauh dari kamisenyum meleret.
Sengaja aku mengundang pak cik guard itu sekali.Tidaklah berdua-duaan.Takut difitnah orang.Kalau berdua-duaan mestilah ada pihak ketiga betul tak? Mamat kerek ni pun
bukannya betulsangat.
“Kau macam mana dah ada awek?”
“Macam ni lah siapa lah yang nak dekat aku.”
Eleh dia ni.Dia yang jual mahal.Bukannya aku tak tau ramai perempuan beratur nakkan dia.Dari Kuala Lumpur sampailah Kelantan.Yo yo o je kau ni Zur’ain.
“Hmm betul tu.Siapalah nakkan kau kan.Dah lah garang mulut berpuaka pulak tu.Cuba kau senyum 24 jam.Dan kau layan aku dengan baik.Nanti aku adjustlah kau dengan manamana kawan aku.”
Tajam matanya pandangku.Apa salah ke aku cakap? Dah-dahlah renung aku.Aku mengalihkan pandangan.Aik mana pak cik guard tu pergi? Pergi meronda ke?
“Senyum 24 jam? Maknanya dalam tidur pun aku kena senyum? Itu gila namanya.Dah kau tak payah nak memandai adjust aku dengan mana-mana perempuan.Kau ingat aku tak
laku ke.Kau tu yang patut risaukan diri kau.Tengok penampilan kau.Macam mana lelaki nak tertarik kalau kau asyik pakai baju kurung.Cubalah pakaiskirt pendek-pendek
sikit.Bolehlah aku cuci mata.Rambut tu dari dulu sampaisekarang ikat rambut tocang kuda.Lepaskanlah rambut kau tu,” bebelnya.
Hah? Apa kena dengan penampilan aku? Okey je.Suka hatilah nak buat tocang kuda ke apa ke.Bukannya aku buat tocang rama-rama pun.Aku terus bangun.Lama-lama duduk situ
bakal mengundang pergaduhan aje.
Aku semakin pelik apabila dia turut bangun.Dia menghampiriku perlahan-lahan.Aku mengundurkan dirisetapak demisetapak ke belakang.Aku berhenti apabila sudah rapat ke
dinding.Dia melekapkan tangan kanannya ke dinding.Aku cuba menentang renungan matanya.Renungan matanya tampak lain sekali.Dia membuka ikatan getah pada rambutkku
memyebabkan rambutku yang panjang jatuh mengurai.Dia menguak rambutku yang menutupi dahi ke belakang.
“Kan cantik macam ni.Aku suka tengok kau lepas rambut,” bisiknya di telingaku dengan lembut.Aku terasa di awang-awangan.Namun aku tersedar.Aku terus menolak kuat
tubuhnya dan berlari ke bilik.Aku menundukkan wajah apabila terserempak dengan pak cik guard.
##############################
Aku duduk bersantai menyandarkan kepala dibahu Alia.Drama yang ditayang adalah drama kegemaran aku.Dina membuka pintu dan keluar apabila ada orang memberisalam.Tidak
lama kemudian Dina masuk ke dalam rumah dengan senyuman di bibir.
“Ain,ex-boyfriend kau nak jumpa,” kata Dina.
“Hah? Isz? Bos aku? Apa dia nak?”
“Yo lah Isz.Dia nak kau kut.”
“Eh cepatlah keluar.Tengok dia nak apa.Manalah tau bunga-bunga cinta yang mati dulu bersemi kembali,” tambah Alia.Aku mendengus sebelum keluar.
Aku melihat dia bersandar pada kereta Nissan Fair Lady.Kereta barulah tu.Saja nak tunjuk lagak.Sebenarnya aku masih geram akan sikap dia yang terus-terusan membuli aku.
“Nak apa?”
“Temankan aku makan.Lapar ni.”
“Heh pasal apa aku kena teman kau makan? Aku setiausaha kau ditempat kerja bukan diluar.Aku takde buat perjanjian pun kalau aku nak jadisetiausaha kau aku kena teman kau
makan.”
“Aku peduli apa ditempat kerja atau diluar.Memang ada kau buat perjanjian.Nah baca syarat ke 24.”
Membulat mata aku membacanya kontrak yang aku tandatangani dulu.Menyesal aku tak baca terlebih dahulu.Isz main kotor!
“Kontrak ni tak sah!”
“Sah! Cepatlah.Aku dah lapar ni,” tengkingnya sambil membukakan pintu kereta untukku.Aku cepat-cepat masuk ke dalam keretanya.Tengking-tengking pula.Apa kata jiran aku
nanti.
Dompet langsung aku tak bawak.Ic pun takde.Ni kalau polis tahan aku cakap aje dia culik aku.Senang!
############################
“Betul ni kau tak nak makan? Makanlah aku belanja.”
“Makan aje lah.Aku dah kenyang.Cepat sikit makan boleh tak?”
“Sabarlah.”
Aku memang tengah sabar niIsz.Kalau tak air tembikai tu aku jirus dekat kepala kau.Aku perasan mata anak-anak gadis yang berada di dalam restoran ni menoleh ke arah Isz
berkali-kali.Suka Isz lah tu.Kenapa aku tiba-tiba jealous ni?
“Eh hai Eir? Eir,you buat apa dekat sini?” sapa seorang perempuan yang agak seksi tapi taklah lawa mana.
“Kau buta ke apa? Tak nampak aku tengah makan,” jawab Isz.Aku ketawa dalam hati.Tu lah.Lain kali jangan nak tanya soalan bodoh dekat mamat kerek ni.Kan dah kena.
“Eir,apa kata lepas ni kita tengok wayang nak tak?” rengek perempuan seksi itu lagi.
“Aku lepas ni nak balik dan terus tidur.Kau kalau nak tengok wayang pergisorang-soranglah ye.”
“Eir.. .Eir.”
“Kau ni kenapa cacing miang? Aku nak makan pun tak selesa lah,” marah Isz.Aku hanya diam memerhati aksi‘agak mesra’ ini.
“Siapa perempuan ni Eir? Semacam aje I nengoknya.”
Eh perempuan ni.Dia yang gedik sana-sini.Aku pula yang dikata semacam.
“Cleaner I dekat office.” Ternganga aku.Aku yang cun-melecun ni dikata cleaner?
“Hi,I Fiza and you?”
“Apa pizza? Unik nama tu.Saya Zur’ain.” Kan dah kena.
Berubah wajah gadis yang bernama Fiza itu.Isz tertawa perlahan.Aku bukan nak permainkan nama dia tapi geram dengan sikap dia.
“F.I.Z.A! Fiza! Not pizza.”
“Oh sorry.Saya ni ada sound trouble sikit.”
Masam muka Fiza. “Eir,I balik dululah ye.I love you,” kata Fiza tanpa malu.
Isz hanya makan makanannya tanpa mempedulikan Fiza.Fiza terus berlalu kerana sakit hati.Kesian kau Fiza.Lelaki macam Isz Eirfan ni memang tidak ada perasaan!
Isz meminta diri untuk ke tandas.Ini adalah peluang aku nak mengenakannya kembali.Aku mengeluarkan julap yang kebetulan berada di dalam poket seluarku.Tadi aku ingat nak
kenakan Dina tapi kau ganggu.Sekarang kau rasakan pembalasan dendam aku! Cleaner ye.Aku akan cleankan perut kau.
Aku mengacau-gacau jus tembikainya dengan straw.Aku tersenyum nipis apabila dia mendekati aku.
“Jomlah balik.Aku dah bayar tadi.”
“Eh nantilah.Habiskan dulu air kau.Tak elok membazir,” kataku.Dia mengangguk dan meneguk air sampai habis.
Aku menjelingnya yang tampak tidak selesa.Dahinya berkerut-kerut menahan sakit.Kesannya dah bermula.Dia membelok masuk ke stesen minyak.Tahu sangat tempat mana dia nak
tuju.
“Aku nak pergi tandas.Duduk sini diam-diam,” katanya dan tergesa-gesa ingin keluar.Dah tak tahan lah tu.Kelakarnya muka dia berkerut tadi.
Setelah 2o minit aku menunggu dia di dalam kereta akhirnya dia keluar.Isz mula start enjin keretanya.
“Kau okey tak ni?” Tanyaku pura-pura prihatin.
“Tak okey langsung.Lepas hantar kau aku ingat nak pergi hospital.Maybe dua hari aku tak masuk office.Cancel kesemua meeting aku.Dah pakai tali pinggang tu aku nak gerak dah
ni.”
Aku mengangguk.Kesian kau Isz.Tapisiapa suruh kenakan aku!
###########################
Aku mengeluh perlahan.Fail yang tersusun aku sengaja selerakkan di atas meja.Kenapa dengan aku ni? Baru dua hari aku tak jumpa dia takkan rindu kut.
Baik aku buat air milo panas.Mana tahu lega sikit ke kepala aku yang berpusing ni.Aku melewati bilik Isz.Kemudian aku mengundurkan diri.Setelah aku pasti tiada sesiapa nampak
aku,aku terus masuk ke dalam biliknya dan tutup pintu serapat yang mungkin.Aku meliarkan pandangan ke segenap biliknya.
Aku tersenyum apabila teringat dia duduk di kerusinya dan memarahiku.Sungguh aku rindu kau Isz! Bila kau nak datang office?
“Apa kau buat kat dalam bilik aku ni?” tegur seseorang.Akibat terkejut cawan yang aku pegang terlepas dan secara tidak sengaja air milo yang agak panas terkena tanganku.Aku
mengaduh kesakitan.Isz pantas mendapatkan aku dan duduk kan aku disofa.
“Kau ni cuai betullah.Kau ni memang selalu buat aku risau.Nasib baik aku datang office,” bebelnya sambil tercari-carisesuatu di dalam laci.
Dia menyapu ubat gamat pada tanganku.Dia mengusap perlahan.
“Sakit tak?”
Entah mengapa air mataku bergenang dan jatuh berjuraian.Bukannya sakit mana pun tapi aku rasa nak menangis.
“Hei.Kenapa ni? Jomlah pergi klinik kita check apa yang patut,” ujarnya.Wajahnya tampak risau.Aku menggeleng.Air mataku disekanya.
“Sikit je.”
“Sikit je? Kalau jadi apa-apa dekat kau siapa nak gaduh dengan aku? Siapa nak teman aku makan?”
Aku terdiam.Penting ke aku ni dalam hidup Isz?
“Kau risau?”
“Gila aku tak risau? Perempuan yang aku cinta dalam kesakitan!”
Aku terpempan mendengar pengakuannya.Betul ke apa yang aku dengar ni?
“Apa maksud kau?” soalku.
“Dengar sini Ain.Aku tahu aku bersalah dulu sebab selalu salahkan kau sebab tinggalkan aku tapi aku pun bersalah juga sebab dalam diam aku ada perempuan lain.Aku sakit hati dan
rasa ego aku tercabar.Aku ingatkan dulu aku suka kau gitu-gitu je tapi bila kita dah berpisah barulah aku sedar aku betul-betulsukakan kau.Tapi aku terlambat menyedari perasaan
aku.Kita sudah membawa haluan masing-masing.Sehinggalah aku jumpa kau balik beberapa bulan yang lepas.Aku cintakan kau Zur’ain Sofia binti Haji Abdul Aziz! Aku cintakan
kau”
“Tapi kenapa kau selalu buli aku?” luahku agak sayu.Dia mengenggam kedua-dua tanganku.
“Sebab aku ego.Aku takut kalau aku meluahkan perasaan aku kau akan tinggalkan aku.Tapi percayalah Ain.Hanya dikau dihatiku.”
Aku menundukkan wajah kerana malu.
“Aku pun cintakan kau.Baru dua hari aku tak jumpa kau aku rasa rindu sangat,” ucapku lambat-lambat.Isz tersenyum lebar.
“Emm Isz aku nak cakap sesuatu ni boleh?”
“Cakaplah sayang.Apa dia?” Romantis sungguh suaranya.Aku sedikit gelabah apabila dipanggilsayang.Nak kasi tahu ke tidak ni?
“Sebenarnya kau sakit perut hari tu disebabkan aku.Aku letak julap dalam air kau.Aku rasa geram bila kau perlekehkan aku depan Fiza.Cuba aku cakap kau cleaner.Mesti kau
marahkan,” ujarku.Isz mengerutkan dahi memikirkan sesuatu.Aku sudah bangun dan melarikan dirisejauh yang mungkin.
“Jadisayang… .Sayang ni nakallah!” Dia sudah mula mendekati aku.
“Baik sayang ke sini.”
“Tak nak! Kita tak nak.” Balasku dan menjelirkan lidah.Isz mengangguk dan tersenyum.Aku berlari ke arah lain apabila dia mula mengejarku.
Sungguh aku rasa bahagia saat ini.Aku bersyukur dengan kegembiraan yang kumilikisekarang ini.Terima kasih Ya Allah kerana memberikan aku lelaki yang tulus mencintaiku.

»» Readmore

Saturday, September 1, 2012

CERPEN - RELAKAN DIA MENCINTAIKU


Aku memandang sayu seekor anak kucing yang sedang mengiau kesakitan. Hatiku bagaikan ditusuk sembilu. Air mata yang bergenang di tubir mata aku kesat dengan hujung jari manisku. Hujung tudungku yang mengikut alunan angin aku biarkan saja.

“Kucing, kenapa manusia kejam?” Aku menjeling Toyota Prius berwarna putih metalik yang berhenti tidak jauh dari tempat aku berdiri. Sepertinya aku kenal kereta itu.

Kucing yang sudah berlumuran darah itu aku angkat lalu aku usap penuh kasih sayang. Kasihan kucing yang tidak bersalah ini. Si pelanggar sudah lesap entah ke mana. Semoga dia mendapat balasan atas apa yang dia lakukan.

“Cik..”

Terus aku berpaling. Lidahku kelu seirama dengan jantungku yang berdegup kencang. Lelaki itu juga sama. Berdiri kaku dan tidak henti memandang wajahku.

“Zalfa.” Namaku diserunya lembut. Aku masih pegun di situ.

“Kenapa ni?” soalnya.

“Err. Kucing ni luka,” tuturku perlahan sambil mengusap kepala kucing itu.

Lelaki itu mendekatiku. Terlalu hampir denganku hingga jelas kedengaran desahan nafasnya. Aku mengundur beberapa langkah ke belakang. Dia memandangku seketika sebelum turut menapak ke belakang.

“Jom saya bawa ke klinik!”

Aku tiada pilihan saat ini. Lantas aku hanya diam tanpa kata.

Sepanjang perjalanan, aku hanya membisu. Membuang pandang ke luar tingkap. Kucing yang berada di dalam pelukanku sudah terlena. Entah mengapa aku berasa perjalanan ke klinik haiwan sungguh lama. Lelaki tampan di sebelahku aku lihat begitu khusyuk dengan pemanduannya.

Dua minggu lalu, aku bertemu dengannya. Ya! Bertemu secara tidak sengaja. Aku hairan kenapa lelaki ini berada di Kedah dan bukannya di Kuala Lumpur. Tengku Khalish Eshan. Lelaki yang berjaya mencuri hatiku dalam diam. Lelaki yang berjaya mengingatkan aku dengan memori lama yang sungguh menyakitkan. Ah! Persetankan semua itu.

“Kau sihat?”

“Sihat.”

Bibirnya melemparkan senyuman kelat. Jari-jemarinya mengetuk stereng kereta di kala lampu isyarat berwarna merah.

“Kenapa tengok aku macam nak telan?” Ajunya dan mata itu terus memandang dalam anak mataku. Aku terkesima lalu menunduk malu. Wajahku merona merah.

“Saya.. saya..” Tersekat-sekat aku menjawab soalannya. Sesaat kemudian, dia menggoyangkan jarinya.

“Tak payah jawab soalan aku. Aku cuma takut aku terluka dengan jawapan tu.”

Kenyataannya membuatkan darahku tersirap. Dia bagaikan memerliku dalam diam. Ya! Dia takut dia terluka seperti dua minggu lalu. Aku menghela nafas. Menyandarkan tubuh pada kerusi kereta lalu memejamkan mata. Peristiwa itu terus berlegar-legar di fikiranku.

*****

Jalan yang berdebu aku susur dengan perasaan gembira. Mana tidaknya. Aku sudah berjanji dengan ayah untuk membawanya keluar. Tudungku yang bertiup dek angin yang kencang aku pegang erat. Jam using pada pergelangan tangan aku kerling. Sudah pukul 6 petang.

Langkahku terhenti tatkala terlihat sebuah Toyota Prius berwarna putih metalik tersadai elok di tepi jalan. Tingkapnya terbuka. Hatiku tiba-tiba digasak rasa ingin tahu. Lantas aku mendekati kereta itu. Seorang lelaki sedang terlena di tempat pemandu.

Aku mengerutkan dahi. Benarkan dia terlena?

“Kenapa encik tidur di sini?” soalku lantang tetapi tiada jawapan. Dengan menggunakan beg sandangku, aku menggerakkan lelaki itu tetapi tiada balasan. Aku mencubit sedikit bahunya tetapi dia masih menutup mata. Aku risau.

“Sakit,” ucapnya lemah. Sakit? Aku belek wajahnya. Tiada langsung luka.

“Sejuk..” Adakah dia demam? Aku meletakkan tanganku yang berlapik di atas dahinya. Panas! Apa yang harus aku lakukan?

Dompetnya di atas dashboard aku pandang. Pasti ada alamat rumahnya. Dompetnya aku buka. Telahanku benar. Tercatat alamat rumahnya. Aku menolak lelaki itu ke tempat sebelah. Giliran aku berada di tempat pemandu. Ini ialah aku. Ada lesen kereta tapi tak ada kereta.

Kereta berhenti di hadapan sebuah rumah. Bagaikan istana. Lelaki di sebelahku sedang terlena. Aku membuka pintu kereta. Mendekati pengawal keselamatan.

Aku memegang pipiku yang ditampar. Apa salahku sekarang ini?

“Kau buat apa dengan abang aku?” soalnya. Aku kenal suara ini. Adeeba! Rupa-rupanya lelaki tadi abang Tengku Natrah Adeeba.

“Saya tak buat apa. Saya cuma hantar dia balik,” terangku. Ruang tamu yang besar dan luas ini tiba-tiba bagaikan sempit dan gelap.

Menyesal pula aku rasakan kerana membantu lelaki itu tadi. Sudah 8 tahun berlalu. 8 tahun aku tidak berjumpa dengan wanita bernama Adeeba ini. Selepas aku disuruh berambus, aku terus keluar daripada sekolah itu.

Sekarang, dia muncul kembali dalam hidupku. Memegang watak sebagai seorang wanita yang kejam. Dan aku memegang watak sebagai seorang wanita yang selalu dianiayai.

“Tipu!” Jeritnya.

“Saya cakap benda benar. Kenapa awak tak pernah percayakan saya? Dulu, awak buli saya. Awak suruh saya berambus dari sekolah tu. Saya berambus. Awak nak apa lagi?”

Tiada jawapan untuk soalanku. Sebaliknya dia ketawa. Sumbang saja bunyinya. Adeeba mendekatiku. Hujung tudungku dipegangnya.

“Kau rupanya, Nurul Zalfa. Ingatkan kau dah mati. Masih hidup rupanya.”

“Ya! Saya masih hidup. Masih bernafas dan masih bahagia meskipun bahagia itu sedikit demi sedikit hilang disebabkan awak!” Lurus saja aku menudingkan jadi ke arahnya. Adeeba membengkokkan jari yang aku tuding.

“Memang! Aku bahagia bila kebahagiaan kau tu hilang. Silap aku dulu sebab buli kau sikit. Sepatutnya aku buat kau mati!”

“Kenapa awak begitu bencikan saya? Apa salah saya? Saya tak pernah kacau hidup awak,” luahku kesal.

Wanita di hadapanku ku ini masih seperti dulu. Baik dari segi gaya atau suara. Patutlah dia ini senang saja merosakkan beg sandangku. Lihat saja rumah yang didiaminya. Bagaikan istana. Jika aku bekerja seumur hidup pun belum tentu aku mampu memiliki rumah sebesar ini.

Namun aku bersyukur meskipun aku tak sekaya dirinya. Aku ada ayah. Itu sudah cukup.

“Kau nak tahu sebab apa aku bencikan kau? Kau nak tahu?”

Aku hanya terdiam.

“Sebabnya cukup mudah. Sebab abang aku cintakan kau, bodoh! Kau rampas abang aku. Masa kau belum datang sekolah tu, hidup abang aku dihabiskan bersama aku saja tapi bila kau datang, semuanya punah. Abang aku dah tak macam dulu. Semua sebab kau!”

Aku terpana. Siapakah abang Adeeba? Kenapa aku tidak pernah tahu dia mempunyai abang?

“Abang awak siapa?”

Matanya merah. Dia mencekakkan pinggang.

“Kau tanya siapa abang aku? Tengku Khalish Eshan. Abang aku tu lelaki yang kau jumpa belakang sekolah dulu. Lelaki yang bayarkan bil hospital ayah kau. Kau memang tak guna. Perempuan sial. Perempuan..” Kata-katanya tidak habis. Seorang lelaki melayangkan penampar di wajahnya. Aku tergamam.

Lelaki itu. Lelaki yang aku jumpa di belakang bangunan sekolah abang Adeeba rupanya. Lelaki yang aku cintai dalam diam. Patutlah Adeeba begitu membenciku. Aku pasti dia sangat rapat dengan abangnya sehingga tidak mampu menerima perempuan lain.

“Deeba jangan melampau. Abang tak pernah ajar Deeba hina orang.” Sudah kebahkah dia daripada demam?

Adeeba memegang pipinya. Wajahnya merah menyala. Air matanya sudah mengalir laju.

“Abang yang melampau! Sebab perempuan ni, abang pukul Deeba! Deeba benci abang. Deeba tak rela abang cintakan dia. Deeba akan pastikan perempuan ni derita!”

Terus Adeeba berlalu pergi. Meninggalkan aku dengan lelaki ini.

Aku mengambil beg sandangku di atas sofa lalu berlalu pergi. Lelaki itu mengejarku dan cepat saja dia meraih pergelangan tanganku.

“Lepaskan saya!” Keras saja suaraku.

Lelaki itu menggeleng. Aku sudah tidak mahu masuk dalam permainan Adeeba dan abangnya. Cukuplah selama ini aku dibenci.

“Lepaskan saya,” rayuku. Mataku sudah berkaca.

Mataku dipandangnya. Perlahan-lahan dia melepaskan pergelangan tanganku.

“Sebab aku lepaskan kau dulu, aku derita. Silap aku sebab biarkan adik aku buli kau. Hati aku berdarah tapi aku tak mampu buat apa-apa. Hanya mampu perhatikan kau. Hanya mampu mengucapkan kata cinta dalam diam.” Dia berjeda.

Terus aku ketawa. Memang sumbang tetapi masih cukup kuat untuk memeranjatkan dia yang hanyut dibuai perasaan.

Aku tidak layak untuk dicintai! Aku hanya seorang manusia miskin lagi hina. Jangankan untuk bersama dengan lelaki ini, hadir dalam hidupnya juga satu kesilapan yang sangat besar lagi menyeksakan. Kerana dirinya, aku derita. Tapi silap diakah untuk mencintaiku? Dan adakah silap aku juga kerana mencintai dia?

“Kenapa kau ketawa?”

Mata itu memandang mataku sebelum aku mengalihkan pandangan. Terasa degupan jantungku laju.

“Saya ketawa sebab saya rasa encik tak berguna. Sanggup menampar adik sendiri sebab orang asing dalam hidup encik. Encik, kasih sayang orang asing tu boleh diganti tapi kasih sayang keluarga sendiri takkan pernah boleh diganti.

Sakit dibuli itu telah lama lenyap dalam kegelapan. Hati encik yang berdarah tu tak mungkin saya ubatkan. Cinta encik itu mungkin hanya nafsu semata-mata!” Tingkahku.

Lelaki itu menggeleng. Lalu menyambung kata. “Aku yakin dengan cinta aku. Hati yang berdarah tu, hanya kau yang mampu ubati! Kenapa susah sangat kau nak terima cinta aku, huh?”

Aku tersenyum pahit.

“Saya takkan pernah terima cinta encik selagi ada yang tidak merelakan encik mencintai saya.” Terus aku melangkah pergi. Meredah hujan dan air mataku berjuraian keluar daripada pelupuk mata. Hatiku yang sakit aku biarkan saja. Cinta yang berbalas itu tidak mampu buatkan aku tersenyum. Biarkan masa merawat segalanya.

*****

Alhamdullilah! Kucing itu masih mempunyai peluang untuk hidup seperti sediakala. Bibirku mengukir senyuman bahagia. Sejak dari kecil lagi aku memang sukakan kucing.

“Zalfa.” Namaku diseru. Hatiku tak tentu arah. Entah kenapa jantungku berdegup kencang di saat dia menyeru namaku. Apakah ini penangan cinta?

“Ya.”

“Jom balik,” ajaknya.
Aku menggeleng. Wajahnya bertukar keruh. Biarlah kali ini aku pulang dengan bas saja. Tidak mahu menyusahkan dia lagi. Sudahlah dia yang membayar segala bil perubatan. Hendak harapkan aku, aku tidak mampu.

“Saya balik naik bas saja.” Bohongku. Ada ke bas sekarang ni?

“Tak! Aku tak benarkan! Lagipun bas mana ada sekarang ni.” Terus dia mencapai pergelangan tanganku lalu menarikku kasar ke keretanya. Tubuhku ditolak ke dalam perut kereta. Kucing yang sedang dibuai mimpi itu ternyata tidak terganggu dengan perlakuan Tengku Khalish Eshan.

Pintu kereta dikunci. Aku hanya diam. Takut sebenarnya. Lelaki ini memang nekad. Lihat saja adiknya. Mendera hati ini hinggakan hati ini bagaikan sudah mati ditelan kesakitan.

“Terima kasih.”

“Untuk apa?”

Ternyata lelaki ini masih dingin dan serius. Tapi aku selesa begini. Aku benci lelaki yang begitu tergila-gilakan wanita yang dia cintai hingga sanggup membuat apa-apa saja.

“Sebab bayarkan bil tadi. Nanti saya bayar balik.”

Lelaki itu hanya membisu. Dagunya yang bersih diusap berkali-kali.

“Aku tak nak duit kau!” Ucapnya lantang. Aku menjongketkan keningku.
Belum sempat aku bertanya, dia sudah mendahuluiku.

“Aku nak kau bayar dengan cinta kau. Boleh?”

“Berapa kali saya nak cakap? Saya takkan mencintai encik selagi ada yang tidak rela encik mencintai saya!” Tukasku keras.

Pemanduannya diteruskan meskipun suasana dingin membelenggu kami. Dia memang tenang meskipun kesakitan mencengkam hati. Namun aku lebih sukakan Tengku Khalish Eshan yang dulu. Yang tidak mudah meluahkan perasaan cinta. Yang membuatkan aku seringkali tertanya-tanya siapa dirinya.

Manusia boleh berubah, Nurul Zalfa.

“Aku terima kenyataan tu tapi kau cintakan aku tak?”

Soalannya benar-benar memerangkapku. Bibirnya mengoyak senyuman nakal. Aku memalingkan muka. Memandang kucing yang masih tidur.
Dia memandang wajahku. Sengaja memandu perlahan.

“Kenapa tak jawab soalan aku?”

“Saya tak cintakan encik,” lafazku lambat-lambat.

Lelaki itu bersiul gembira sebelum menggeleng.

“Kau tak pandai menipu. Aku tahu kau cintakan aku. Betul tak?”

“Tak ada sebab untuk saya cintakan encik.”

Jika adiknya tahu aku menumpang kereta abangnya, pasti nasib buruk akan menimpa diriku. Aku kenal Tengku Natrah Adeeba. Dia akan buat apa saja asalkan dia dapat apa yang dia mahu termasuk mendera hati ini.

Tidak sewajarnya aku berdendam dengan dia. Aku pandang hujung jari telunjukku yang berparut. Parut yang ditinggalkan Adeeba.

“Tak ada sebab juga untuk kau tak cintakan aku.” Terus lamunanku hilang ditelan kegelapan malam.

“Boleh tak encik pandu cepat sikit? Ayah saya duduk sorang-sorang!”

Aku cuba menukar topik. Lelaki itu diam sebelum meratah wajahku.

“Ayah kau sihat?”

“Sihat.”

“Baguslah. Aku tak suka mentua aku sakit,” ucapnya sangat perlahan sehingga telingaku tidak dapat menangkap kata-katanya.

“Encik kata apa?”

Dia hanya menggeleng. Sepuluh minit kemudian, aku tiba di rumah. Rasanya ayah sedang solat kerana jam kereta menunjukkan pukul 8 malam.

“Dah sampai,” ucapnya. Kelihatan dia sedang leka memandang rumahku.

“Ada masalah ke dengan rumah saya?”

“Tak.”

Aku membuka pintu kereta. Kucing yang aku kutip sebentar tadi sudah terjaga. Ayah pasti gembira dengan kedatangan kucing ini kerana dia juga sukakan kucing seperti aku.

“Terima kasih sebab hantarkan saya. Assalamualaikum.”

“Wa’alaikumsalam. Eh, kau tak nak bagi flying kiss ke?”

Penumbuk kecilku aku acukan ke muka dia. Dia ketawa besar. Aku menjelirkan lidah sebelum melangkah masuk ke dalam rumah. Hati, kenapa tidak berjaga-jaga? Lupakah aku dengan Adeeba?

Tangga rumah aku daki. Aku berpaling di saat keretanya sudah membelah kesunyian malam. Tanpa sedar, rasa cinta semakin mendalam. Tersungging senyuman mekar di bibirku.

»» Readmore

Thursday, July 26, 2012

BAGAIMANA KITA MENYAMBUT BULAN RAMADHAN?


Ramadhan dianggap bulan termulia di dalam bulan-bulan Islam. Penurunan Al-Quran di dalam bulan Ramadhan menjadikan bulan ini sangat mulia lagi istimewa. Di dalamnya terdapat pelbagai fadilat yang harus dikejar oleh setiap umat Islam bagi mempertingkatkan kualiti keimanan dan ketaqwaan. Bulan Ramadhan juga dianggap sebagai Madrasah Kerohanian di mana pada bulan ini umat Islam diwajibkan berpuasa. Risalah kali ini akan memaparkan dua pesanan pilihan berkenaan cara kita menyambut Ramadhan.
  1. Pesanan Shaikh Abdul Aziz bin Baz
Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan ke atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan ke atas mereka yang terdahulu daripada kamu,
moga-moga kamu bertaqwa. [al-Baqarah 2:183]
  
Di dalam bulan puasa seorang Islam dilatih mengawal diri daripada berlebih-lebihan, seperti mengawal diri daripada keinginan memuaskan syahwat (di siang hari). Mengawal diri juga memiliki banyak faedah baik dari aspek kesihatan maupun ke arah kerohanian. Di antara faedahnya adalah seorang Muslim akan merasai kelaparan yang dilalui oleh seorang Muslim lain yang tidak memiliki makan atau minum yang mencukupi sebagaimana yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Afrika.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang diutamakan, Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menurunkan Al-Quran (dalam bulan ini) dengan firmannya:

Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia,
dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan
antara yang benar dengan yang salah. [al-Baqarah 2:185]
  
Di dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu malam sebagaimana firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) ini pada Malam Lailatul-Qadar,
Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu?
Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan. [al-Qadr 97:1-3]

Selain itu diampunkan dosa-dosa yang lepas bagi mereka yang berpuasa dengan penuh iman dan azam. Abu Hurairah radhiallahu 'anh berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang berpuasa dengan penuh iman dan berazam bersungguh-sungguh
Allah mengampun dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa yang bersolat pada malam Lailatul Qadar
dengan penuh iman dan berazam bersungguh-sungguh, Allah mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. [Shahih Muslim – hadis no: 760]

Kewajipan berpuasa (juga mengajar kita) menjaga diri daripada perbuatan mengumpat (ghibah), mengadu, berbohong dan mendengar perkara-perkara hiburan. Ia mencegah kita daripada melakukan semua keburukan kepada memperbanyakkan membaca Al-Quran, berzikir kepada Allah, bersedekah dan bersungguh-sungguh di dalam melakukan amal ibadat khusus pada 10 terakhir bulan Ramadhan.

Demikian beberapa pesanan Shaikh Abdul Aziz bin Baz berkenaan hikmah dan keutamaan bulan Ramadhan.
  1. Pesanan Dr Ahmad Abu Halabiah - ahli majlis tertinggi fatwa Palestine
Terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan dalam bulan Ramadhan. Adab-adab tersebut adalah:

Pertama:
Sabar ke atas musibah dan kecaman yang menimpa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  mengajar kita bahawa pada hari Ramadhan, jika seseorang menyakitkan hati atau mencela kita maka katakanlah: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa... sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Kedua:
Digalakkan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala kerana Ramadhan merupakan bulan ketaqwaan sebagai
mana firman-Nya:

Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan keatas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan keatas orang yang terdahulu daripada kamu moga-moga kamu bertaqwa.
[al-Baqarah 2:183]

Ketiga:
Menjaga diri daripada mengumpat dan mengadu domba (gossip) kerana ia adalah perbuatan yang diharamkan secara mutlak sama ada di dalam bulan Ramadhan atau selain Ramadhan, akan tetapi pengharamannya diberi penekanan yang lebih jelas dalam Ramadhan.

Keempat:
Sentiasa mengingati amalan agama, hal-ehwal sesama Islam dan membantu sesama Muslim menyelesaikan masalah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Sesiapa yang tidak memikirkan urusan umat Islam maka tidaklah dia termasuk golongan mereka.

Kelima:
Dalam bulan yang mulia ini dianjurkan mengambil tahu hal ehwal keluarga kerana mereka itu adalah amanah dan bebanan (tanggung-jawab) kita sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka
yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu. [al-Tahrim 66:06]

Selain itu saya menasihatkan diri saya dan semua saudara-saudara Islam agar dimanfaatkan bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang baik berikut:
Menjaga solat berjemaah bagi lelaki di masjid, dan bagi wanita pula menunaikan solat Jumaat dan menghadiri majlis ilmu.

Menghadiri solat tarawih khasnya bagi lelaki dan tiada larangan bagi kehadiran wanita (di masjid) jika mereka ingin melakukan solat dan kepada mereka terdapat ganjaran.

Memelihara solat malam (qiamullail) dan tahajud setelah pertengahan malam bagi lelaki dan wanita yang berkemampuan di dalam rumah.

Beriktikaf untuk beberapa malam di bulan Ramadhan di masjid bagi lelaki tanpa menyebabkan gangguan di dalam kewajipan seharian khususnya bagi mereka yang mencari rezeki.

Memelihara pembacaan Al-Quran dan menggunakannya sebagai zikir harian. Pembacaan Al-Quran sekurang-kurangnya hendaklah setiap hari sehinggalah tamat keseluruhannya.

Memperbanyakkan sedekah dan mengeluarkan zakat kepada orang-orang fakir, miskin, orang yang memerlukan, mereka yang berjihad di jalan Allah dan sumbangan kepada projek yang baik bagi kegunaan orang Islam seperti pembaikan masjid, pusat rawatan orang-orang tua, sekolah-sekolah dan lain-lainnya.

Merapatkan silaturahim dan memperbanyakkan ziarah di dalam bulan Ramadhan.

Dilarang melakukan kejahatan dan keburukan terhadap orang Islam secara umum dan jiran-jiran secara khusus. Pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
Seorang muslim ialah orang yang selamat lidah dan tangannya terhadap muslim yang lain.
  • Majmu' al-Fatawa (http://www.binbaz.org.sa/Display.asp?f=Bz00239.htm)
  • Shahih Muslim – hadis no: 760 (Kitab Solat musafir dan qasar, Bab Anjuran qiyam Ramadhan)
  • Adab didalam Bulan Ramadhan. Live Fatwa (31-10-2002) IslamOnline, 2002.(http://www.islamonline.net/livefatwa/arabic/Browse.asp?hGuestID=8I3Ww6)
  • Rujuk Shahih al-Bukhari – hadis no: 1904 (Kitab Puasa, Bab Mengatakan “Aku berpuasa” apabila dicela)
Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصَّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ.


Bukanlah puasa itu sekadar menahan diri daripada makan dan minum akan tetapi menahan diri daripada perkataan sia-sia dan kotor. [Hadis ini dikeluarkan oleh al-Hakim dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ al-Shagheir – hadis no: 5376]


Larangan mengumpat dan mengadu domba tidak sahaja terhad kepada bulan Ramadhan tetapi berlaku umum untuk setiap masa dan tempat. Penekanan diberi dalam bulan Ramadhan sebagai latihan dan ulang-peringatan. 


Firman Allah:
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) mungkin puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) mungkin puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka;


Dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain; dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah ia beriman. Dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim.


Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain.


Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani. [al-Hujerat 49:11-12]
  • Rujuk al-Mu’jam al-Ausath oleh al-Thabarani, hadis no: 7473. Penyemak kitab ini, Shaikh Mahmud Hasan Ismail menilai sanadnya sebagai bertaraf hasan.
  • Maksudnya tidak disyorkan berjaga di malam hari sehingga menyebabkan seseorang itu mengantuk dan tidak dapat menjalankan tugas yang diamanahkan kepadanya pada esok hari.
  • Rujuk Shahih Muslim – hadis no: 41 (Kitab Iman).
»» Readmore
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...